Showing posts with label kesehatan ibu hamil. Show all posts
Showing posts with label kesehatan ibu hamil. Show all posts

Inilah Solusi Aman Ibu Hamil yang Mengalami Flu

Obat Flu Apa Yang tepat Bagi Ibu Hamil?Anda mungkin pernah bertanya begitu. Ya itu adalah pertanyaan yang tidak sembarangan bisa dijawab karena menyangkut kesehatan anda dan buah hati anda di dalam kandungan. Sebelum kita bahas soal obat flu ibu hamil saya ingin bertanya dulu...apakah anda pernah membaca artikel sebab, akibat, solusi dan batuk yang tepat bagi ibu hamil. Dalam artikel yang mendapat banyak sekali mendapat sambutan dari para pembaca, dijelaskan tentang detail sebab dan solusi batuk pada ibu hamil. Batuk dan flu adalah saudara dekat. Dan khususnya para ibu hamil dan mungkin juga suaminya yang mencoba mencarikan solusi yang tepat dan aman. 

Baiklah kali ini Cara Cantik Sehat akan mencoba mengulas seputar obat flu untuk ibu hamil. Mari kita simak bersama.

Memang benar, ketika orang hamil semuanya menjadi berubah. Anda mendadak menyadari bahwa apa pun yang Anda lakukan tidak hanya mempengaruhi tubuh Anda, tetapi janin yang adalam rahim anda. Makanya, segalanya harus direspon dengan cepat, dan tepat. Termasuk ketika anda mengalami flu. 

Obat Flu Ibu Hamil yang Aman 

obat flu ibu hamil

Jika biasanya anda flu dalam kondisi tidak sedang hamil, tentu anda tidak akan berpikir panjang masalah obat. Mungkin anda akan langsung saja pergi ke apotik atau warung terdekat dan meminumnya, meski untuk sembuh belum tentu. Nah, bagaimana ketika anda hamil. Apakah orang hamil aman mengonsumi obat flu? Jika ada, obat pilek apa yang cocok untuk ibu hamil?

Bagaimana tanggapan dokter berkaitan dengan obat flu ibu hamil? Pasti ada obat yang aman untuk mengambil saat hamil, demikian menurut Dr Dauphin-Baptiste sebagaimana dikutip healthline.com. Tapi tentu tidak boleh sembarang obat boleh diminum. Anda, wahai wanita hamil, harus hati-hati benar dengan obat. Jika tidak ingin beresiko, konsutasikan saja ke dokter. 
penyebab flu

Perlu diketahui, sebenarnya memang wanita hamil lebih rentan terhadap flu atau pilek. Seorang ahli medis bernama Cleveland Clinic mengatakan bahwa sistem kekebalan tubuh bisa turun selama kehamilan. Hal inilah yang membuat ibu hami rentan terkenal inflensa, atau penyakit lainnya. Kalau orang jawa bilang sih, ah, itu bawaan bayi.

Meskipun sebagian besar pilek tidak menyajikan bahaya bagi janin, flu harus diambil lebih serius, tentu saja. Ibu hamil lebih mudah terkena flu dibanding wanita yang tidak hamil. Oleh karena itu, ibu hamil bisa mendapatkan vaksinasi flu sangat penting, cobalah minta saran dokter. Hal ini sebagaimana disampaikan Ingrid Rodi seorang ahli OB/GYN. Ia mengatakan, setiap ibuy hamil perlu memikirkan vaksin flu-nya.
solusi flu ibu hamil

Ingat, flu pada ibu hamil bisa datang kapan saja tanpa diundang, sehingga anda perlu waspada. Nah, untuk itu, mencegah datangnya pilek pada ibu hamil sangat penting. Caranya, selain dengan vaksinasi adalah dengan mencuci tangan, mencukupkan istirahat (tidur), dan berpikir tenang, tidak stress. Selain itu, olah raga dan makan-makanan yang bergizi juga baik untuk menjaga anda dari flu.

Obat flu hamil alami

Jika anda mencari obat flu yang aman untuk ibu hamil tanpa ingin bertanya ke dokter, anda bisa mencoba hal berikut: 

Buatlah secangkir teh hangat tanpa kafein lalu tambahkan madu secukupnya. Itu dapat membantu meringankan sakit tenggorokan anda. Selain itu, jika anda tidur, angkatlah kepala anda. Menggunakan obat luar pelega tenggorokan seperti Vicks juga tidak apa-apa. Tapi tanyakan dulu pada dokter, itu lebih baik.
Selain itu, obat flu bagi ibu hamil yang cocok adalah juga sup ayam. Sup ayam dipercaya dapat membantu meredakan peradangan dan menenangkan hidung mampet. Atau coba juga mandi dengan ir hangat dan minum air hanya banyak-banyak.[ Baca juga: Obat Mual ]

Anda pasti sudah tahu, dan ini diingatkan oleh banyak dokter, bahwa mengonsumsi obat pada 12 minggu pertama kehamilan sebaiknya dihindari. Sebab waktu itu adalah saat-saat penting bagi perkembangan organ bayi yang anda kandung. Tidak hanya itu, banyak dokter juga menganjurkan untuk berhati-hati setelah 28 minggu masa kehamilan.

Beberapa obat yang berbahaya bagi ibu hami antara lain yang mengandung ibuprofen (Motrin, Advil, dan lain-lain), kodein, naproxen (Aleve), aspirin .

Jangan Remehkan Flu Saat Hamil

Kelihatannya sepele, cuma flu. Tapi banyak dokter mengingatkan, agar ibu hamil jangan meremehkannya. Sebab pilek pada wanita hamil dapat membuat perempuan hamil berisiko terkena komplikasi seperti demam tinggi dan pneumonia. Demam tinggi tersebut dapat membawa janin memiliki risiko kelahiran prematur atau cacat. [ Baca juga: Cara Mengetahui Kehamilan]

Demikian pembahasan lengkap seputar Obat Flu Ibu Hamil yang Tepat dan Aman. Semoga nanti bisa disusul lagi dengan yang lebih banyak lagi.

5 Test Kesehatan Penting Bagi Ibu Hamil

Ibu hamil penting untuk melakukan beberapa tes kesehatan. Ini berguna untuk menangkal dan mengetahui beberapa resiko baik bagi bumil maupun juga janin yang sedang dikandungnya.

Kita tentu berharap semua baik-baik saja, tetapi tetap saja harapan ini harus dibarengi dengan usaha. Siapa yang menginginkan bayiya lahir dengan kelainan genetik atau gangguang pada organ, bahkan catat fisik. Tak seorang pun menginginkannya, dan karenanya ibu hami mesti melakukan beberapa tes kesehatan.

Guna tahu soal itu maka pemeriksaan yang penting dilakukan ibu hamil meliputi 5 tes kesehatan, yakni sebagai berikut.
tes kesehatan ibu hamil


Tes Kesehatan Ibu hamil

Amniocentesis

Tes kesehatan ibu hamil bernama amniocentesis ini sudah mulai ditinggalkan meski masih bisa dilakukan. Melalui tes ini kita bisa mendeteksi adanya kelainan genetik pada bayi. Yang dilakukan adalah memeriksa cairan ketuban atau cairan amnion pada janin.

Ultrasonografi

Kini ultasonografi atau USG bahkan bisa dilakukan di Puskesmas, dan tidak hanya ada di Dokter kandungan. Berapa kali USG yang bisa dilakukan ibu hamil dan apakah USG akan mempengaruhi kesehatan janin? Ultasonografi atau USG tetap aman jika dilakukan dalam kondisi yang wajar, artinya tidak terlalu sering. USG bisa dilakukan minimal dua sampai tiga kali pada usia kehamilan 11 sampai 14 minggu. Pada usia itu sudah bisa diketahui kemungkinan apakah bayi di dalam kandungan kembar atau tidak. Juga bisa dideteksi semisal ada cacat fisik atau tidak. Demikian menurut penjelasan Dokter.
penting usg ibu hamil

Kemudian di saat kehamilan mencapai 18 sampai 22 Minggu sudah bisa diketahui anatomi janin, pertumbuhan janin dan resiko ibu melahirkan, dan aakah apakah terjadi preeklamsia atau tidak.

Demikianlah pentingnya melakukan USG. Bukan hanya untuk mengetahui jenis kelamin bayi.

NIPT (Non Invasive Prenatal Test)

Non Invasive Prenatal Test
 Tes kesehatan ini masih jarang dilakukan. Diketahui bahwa selama kehamilan, sebagian DNA yang dimiliki janin masuk ke dalam aliran darah sang ibu yang mengandung. DNA inilah yang bisa memberikan info genetik dari bayi di dalam kromosom. Nah, melalui tes yang disebut NIPT inilah bisa diambil sampel darah dari ibu untuk memeriksa DNA dari calon anak. Dari sana akan didapat informasi tentang kondisi kromosom tertentu yang dapat memengaruhi kesehatan sang buah hati.

Chordocentesis 

Chordocentesis ibu hamil

 

Tes kesehatan ibu hamil ini dilakukan saat usia kehamilan mencapai 20 minggu. Chordocentesis dilakukan dengan mengambil darah janin melalui vena tali pusat. Hal ini dilakukan guna mengetahui kelainan kromosom dan tipe kelainan kromosom pada sang janin. Tes kesehatan ini juga dilakukan untuk tahu kalau-kalau janin mengalami anemia, caranya adalah dengan memeriksa HB janin dan Hematokrit janin itu sendiri.

 

Transfusion Intrauterine 

Transfusion Intrauterine

 

Apa itu Transfusion Intrauterine? Tidak lain adalah tes yang dilakukan untuk mendiagnosis anemia pada bayi. Transfusinya bisa dilakukan beberapa kali pada saat usia kehamilan mencapai 26 sampai 34 minggu.









Demikian beberapa tes kesehatan dan pemeriksaan ibu hamil yang penting untuk dilakukan. Semuanya tentu membutuhkan biaya, tetapi demi kesehatan sang buah hati, apa sih yang tidak? Sebaiknya anda konsultasikan ini dengan dokter.

Baca juga: Panduan dan Tips Lengkap Puasa Ibu Hamil dan Menyusui dan Hal Penting Tentang Diet Sehat Selama Hamil. Terimakasih. Semoga bermanfaat

Ingin ASI Lancar, Inilah Tips yang Harus Dijalani Selagi Hamil

Cara Melancarkan ASI - Ya, Agar ASI lancar setelah melahirkan, seorang ibu hamil mesti mempersiapkan diri. ASI adalah sesuatu yang utama bagi bayi setelah lahir. Karenya sejak dari kehamilan seorang ibu yang baik mesti mempersiapkan diri. 

Sebelum membahas bagaimana melancarkan ASI ketika hamil, perlu juga diketahui bahwa ASI saat ini banyak yang meremehkan pentingnya pemberian ASI ekskulsif. ASI eksklusif adalah pemberian ASI sejak bayi baru lahir sampai minimal bayi berusia 6 bulan, baru diberikan makanan tambahan.

Berikut beberapa cara untuk melancarkan ASI sejak hamil. Rajin membersihkan putting susu bisa dengan minyak atau air. Hal ini dimaksudkan agar epitel yang terlepas tidak menumpuk dan menghambat jalan keluar ASI.

cara melancarkan asi ketika hamil


Cara Melancarkan ASI Sejak Hamil

makanan untuk melancarkan asi
  1. Ketika anda mandi, atau dalam kesempatan tertentu, biasakan untuk menarik putting susu dengan lembut. Pelan-pelan saja. Kalau ini dilakukan rutin maka akan menonjolkan putting susu anda sehingga bayi mudah untuk mimik. 
  2. Ibu hamil juga mesti memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Makanan semasa hamil berpengaruh juga pada bagaimana kualitas dan produksi ASI ketika ibu sudah melahirkan. 

Sederhana bukan. Tapi jika yang sederhana itu dilakukan dengan baik, insyaAllah ASI dapat menjadi lancar. Jangan pernah takut untuk menyusui. Menyusui adalah cara ibu untuk memberikan kasih sayang dan membantu buah hati dalam menyongsong masa depan. Untuk menambah pengetahuan seputar ASI, seblumnya juga sudah ditulis artikel tentang Makanan dan Sayur untuk Melancarkan ASI yang Jarang Diketahui. Silahkan anda baca.

Demikian tulisan cara melancarkan ASI sejak Hamil dari Cara Cantik Sehat.  tentang Jangan sungkan untuk memberi komentar. Jangan malu-malu dan ragu untuk menoleh Atas, Bawah, Kanan, Kiri untuk mengunjungi artikel dan masuk ke ruang-ruang yang lain. Semoga bermanfaat.

Teknik Yoga Sesuai dengan Usia Kehamilan

Yoga untuk Ibu Hamil - Kehamilan adalah proses alami manusia untuk berketurunan melalui terciptanya kehidupan baru di dalam tubuh seorang perempuan. Kehamilan dapat berjumlah tunggal atau ganda—dua, tiga, atau lebih yang disebut kehamilan kembar. Kehamilan biasanya terjadi selama 40 minggu, terhitung sejak fase menstruasi terakhir hingga persalinan (atau 38 minggu se­jak fertilisasi/pembuahan hingga persalinan).

Kehamilan terbagi menjadi 3 trimester. Pada umumnya, kondisi talon ibu dalam ketiga trimester tersebut adalah sebagai berikut. – Yoga Ibu hamil

yogya untuk ibu hamil

Yoga untuk Kehamilan Minggu ke 1 sampai ke 14 (trimester awal)

Dalam masa ini, amniotic sac (kantung kelahiran) dan tali pla­senta akan mulai terbentuk. Embrio akan memulai fase penting bagi pembentukan otak, sistem saraf, dan sistem peredaran da­rahnya.
Trimester awal merupakan masa yang paling rawan dalam kehamilan karena kondisi embrio yang belum stabil dan risiko keguguran merupakan yang tertinggi di antara trimester kehamilan lainnya.

Perubahan tubuh calon ibu dalam trimester ini belum ter­lihat jelas, tetapi karena adanya ketidakseimbangan hormon yang disebabkan oleh tingginya kadar estrogen yang berperan sebagai pemelihara proses kehamilan—calon ibu akan mengalami ketidakseimbangan fisik dan mental berupa mual dan muntah, anemia, mudah tersinggung, dan tidak bersemangat. Selama meng­alami ketidaknyamanan ini, ibu hamil dianjurkan untuk lebih banyak beristirahat dan menjaga kesegaran tubuhnya dengan banyak minum air putih dan buah-buahan, atau meminum secangkir teh jahe hangat untuk menghangatkan tubuh serta menghilangkan rasa mual.

Praktik yoga ketika hamil yang disarankan untuk trimester ini adalah yang "ringan" dan membantu calon ibu untuk beristirahat, seperti melakukan postur-postur restoratif, relaksasi, dan berlatih teknik olah napas yoga (Pranayama) yang akan memberikan rasa nyaman pada tubuh dan pikiran, atau, apabila cukup fit da­lam trimester awal ini, Anda juga dapat mempraktikkan Postur­Postur Berdiri dan Keseimbangan yoga dalam latihan yoga seha­ri-hari, yang akan membuat Anda lebih segar dan berenergi.

Yoga untuk Kehamilan Trimester kedua

Trimester kedua kehamilan merupakan masa kehamilan yang "normal". Pada masa kehamilan ini, tingkat energi calon ibu te­lah kembali normal, moming sickness telah berkurang dan akti­vitas hormonal telah kembali seimbang. Selain itu, plasenta te­lah berfungsi optimal dan kondisi janin lebih stabil. Kondisi kesehatan calon ibu mencapai puncaknya dalam masa ini, yang akan membuatnya lebih menikmati kehamilannya.

Secara fisik, dalam trimester ini wanita hamil akan meng­alami peningkatan berat badan yang lebih cepat dan akan terjadi perubahan signifikan pada perut yang membesar.

Produksi hormon—terutama estrogen—yang meningkat akan menyebabkan pembesaran payudara, yang akan mempersiapkannya untuk menghasilkan ASI (air susu ibu) saat menyusui kelak.
Tambahan beban pada perut dan dada ini akan menambah beban pada tulang punggung calon ibu, menyebabkan lengkungan alarm pada tulang punggung bagian bawah menjadi le­bih dalam, yang biasanya akan menyebabkan sakit/pegal pada pinggang. Selain itu, perut yang membesar pun akan membuat ibu hamil menjadi tidak nyaman untuk tidur dalam posisi berbaring telentang.
Konstipasi/sembelit juga kerap menjadi salah satu masa­lah yang dirasakan oleh calon ibu sepanjang kehamilan, yang akan dimulai pada trimester ini. Untuk mengatasinva, perbanyak mengonsumsi air putih dan makanan yang kaya akan vitamin dan serat, seperti sayur mayur dan bush-buahan.. -hindari stres dengan melakukan Pranayama (teknik olah napas yoga) dan meditasi.

Praktik latihan yoga yang disarankan untuk trimester ini adalah yang dapat meningkatkan kekuatan otot punggung agar dapat menyangga" janin dan melindungi pinggang dari cedera. Selain itu, disarankan pula untuk melakukan praktik yoga yang dapat meningkatkan stamina serta menghindarkan pembengkakan pergelangan kaki dan varises.

Oleh karena ukuran perut semakin membesar, akan sulit untuk melakukan postur-postur yoga yang dilakukan dalam p0­sisi menelungkup dan merentang otot perut terlalu kuat, seperti Bhujangasana (Postur Kobra) atau Urdhva Mukha Dhanurasana (Postur Roda) klasik. Lakukan modifikasi bagi postur-postur ter­sebut.
yogya selama kehamilan  

Yoga untuk Ibu Hamil trimester ketiga

Pada trisemester terakhir kehamilan ini, beban kandungan akan mencapai bobot maksimalnya, membuat postur tubuh yang lebih baik dan kuat semakin di periukan. Gerakan janin akan sema kin jelas, dan pertumbuhan janin akan sema kin mendorong dan menekan ke rongga dada—menyebabkan calon ibu semakin sulit bemapas nyaman—juga membebani serta menekan ginjal dan kandung kemih, membuat ibu hamil serLng buang air kecil. Berat tubuh ibu hamil secara normal akan bertambah sekitar 10-15 kilogram sepanjang kehamilan. Postur yang tegap dan kuat akan menciptakan "ruang" bagi Anda dan janin Anda untuk tetap leluasa bergerak dan bernapas. Produksi hormon relaxin dalam masa kehamilan akan menyebabkan sendi-sendi tubuh wanita hamil—khusushya sendi panggul—menjadi lebih lentur dan bermanfaat untuk memudahkan proses bersalin. Namun, kelenturan ini juga membuat 5endi panggul menjadi le­bih lunak dan mudah terkilir / cedera.

Pada minggu-minggu terakhir kehamilan, payudara calon ibu akan mulai memproduksi cairan berwarna kekuningan benama kolostrum—yang kaya antibodi dan nutrisi—yang merupa­kan makanan pertama bagi bagi sebelum ASI. Calon ibu juga akan mengalami brorton hicks atau folse Iobour pain—kontraksi palsu—beberapa hari sebelum melahirkan yang disebabkan oleh berkontraksnya otot-otot saluran kencing.

Menjelang saat kelahiran, otot-otot dan sendi panggul akan melembut, dan mulut rahim (cervix) akan membuka untuk memberi jalan bagi bagi untuk keluar, Proses pembukaan mulut rahim ini diikuti dengan pecahnya air ketuban dan kontraksi yang semakin lama akan terasa menjadi semakin intensif.
Fokus Anda pada trimester akhir kehamilan ini adalah untuk menghadapi persalinan. Oleh karena itu, praktik yoga yang dianjurkan adalah yang selain bermanfaat untuk mengatasi keti­daknyamanan fisik, juga yang bermanfaat untuk mengatasi kecemasan.

Praktik yoga yang disarankan adalah yang akan menciptakan "ruang" bagi Anda dan janin untuk tetap dapat bernapas dengan nyaman, melatih otot dasar panggul agar lebih elastis dan k.uat, serta melakukan Postur-Postur Restoratif dan Relaksasi. Teknik olah na pas yang telah Anda lakukan sedari awal masa kehamilan akan membantu Anda lebih mudah memusatkan pikiran saat bermeditasi yang akan sangat berguna untuk menguatkan mental, mengatasi kecemasan, dan menghemat energi pada detik-detik persalinan.

Disarikan dari buku Yoga Untuk Kehamilan karya Pujiastuti Sindhu. Semoga bermanfaat dan kehamilan anda sehat selamat sampai melahirkan. 

Baca juga: Cara Mudah Mencegah dan Mengatasi Mual Saat Hamil Muda

Salam cantik sehat



















Tahap-tahap Latihan Yoga Bagi Ibu Hamil

Latihan Yoga – Berikut beberapa Tahapan Latihan Yoga bagi ibu hamil sebagaimana dipaparkan Pujiastuti Shindu dalam bukunya Yoga Untuk Kehamilan Sehat Bahagia dan Penuh Makna. 

yoga bagi ibu hamil  
Mari kita mulai dari tahap Persiapan Latihan Yoga

- Kenakan pakaian yang pas (tidak terlalu longgar dan tidak terlalu ketat yang akan mengganggu napas dan gerakan) dengan bahan yang ringan dan menyerap keringat.

- Pakailah bra khusus untuk wanita hamil yang bisa menyangga payudara dengan baik.

- Berlatih tanpa alas kaki (kaus kaki dan atau sepatu) di atas matras yoga yang anti-slip un­tuk mencegah risiko terpeleset dan terkilir,

- Gunakan beberapa alat bantu yang mudah ditemukan di rumah, seperti bantal tidur, kursi pendek, kursi kayu, bean bog, dan ikat pingang.

- Beriahlah dalam ruangan yang sama dan dengan waktu yang sama setiap harinya, untuk menciptakan suasana dan memudahkan pikiran Anda langsung "masuk" ke suasana yoga. Anda dapat Pula menyetel musik yang lembut saat berlatih untuk menciptakan suasana pikiran yang tenang.

- Kosongkan perut sebelum berlatih, 2 jam setelah makan berat dan 1 jam setelah makan ringan.

- Minum air sesering mungkin sebelum, setelah, dan saat berlatih. Ibu hamil sangat mudah terkena dehidrasi, yang dapat membahayakan keselamatan ibu dan janin.

Hal-hal yang Perlu diwaspadai Ketika dan Setelah Melakukan Yoga bagi Ibu Hamil

Setiap wa­nita memiliki kondisi kehamilan yang berbeda-beda—dan karena tidak semua olah tubuh cocok bagi semua orang—dapatkan saran terbaik dari dokter kandungan mengenai waktu yang tepat bagi Anda untuk mulai belatih yoga. Jangan lupa Konsultasikan Pula kondisi kehamilan Anda kepada pengajar yoga hamil Anda.

yogya untuk ibu hamil

Konsultasikan kepada dokter kandungan apabila Anda mengalami:
- Rasa pusing, mual, dan muntah yang berkelanjutan
- Gangguan penglihatan
- Kram pada perut bagian bawah Kontraksi
- Perdarahan
- Pecah air ketuban
- Pembengkakan pada tangan dan kaki Berkurangnya produksi urine/air seni Tremor (tangan dan kaki gemetar) Serangan penyakit tiba-tiba.
- Detak jantung yang terlalu cepat
- Gerakan janin yang melemah

Perlu juga diperhatikan untuk

- Tidak melakukan semua postur yang menekan ke perut. seperti Bhujaungasana (Postur Kobra), Salabhasana (Postur belalang), dan Dhanurasana (Postur Busur). Ini berlaku sejak kehamilan menginjak usia 8 minggu.

- melakukan postur memuntir tulang punggung secara lembut dan hanya memuntir tulang punggung bagian atas mulai dari belikat ke leher. Tulang punggung yang terpuntir sepenuhnya—dari pinggang hingga ke leher—akan ikut "memuntir" rahim Anda dan membahayakan janin. Hati-hati selalu ya.

- Tidak melakukan postur inversi/terbalik karena akan mengakibatkan embolisma—pemampatan udara—di aliran darah.
- Tidak berbaring telentang dalam waktu lama. Seiring perkembangan janin, calon ibu akan semakin merasa tidak nyaman untuk berbaring telentang karena pembuluh darah balik utamanya (inferior vena cavae) yang membawa aliran darah kotor dari tubuh bagian bawah ke jantung akan terimpit dan tersumbat. Lakukan modifikasi untuk posisi ini dengan berbaring miring ke kiri.
- Tidak bangun secara tiba-tiba dari posisi berbaring, jongkoki atau duduk. Pada saat hamil, pusat gravitasi tubuh Anda berubah. Bangun secara terburu-buru akan membuat pusing, kehilangan keseimbangan, dan jatuh.
- Jaga posisi tulang punggung tetap tegak, dan biarkan kedua kaki diregangkan sejajar dengan pinggul saat berdiri.

Itulah tadi beberapa tahapan latihan yoga untuk ibu hamil yang mungkin bisa anda praktekkan di rumah. Tapi ingat, selalu hati-hati dan konsultasikan ke dokter ya, rutin sebulan sekali atau jika mengalami hal-hal di atas.

Baca juga: Manfaat, Cara dan Teknik Latihan Yoga, juga Teknik Latihan Yoga Sesuai dengan Usia Kehamilan. Salam sehat




























Tips Kehamilan dari Bulan Ke Bulan

tips kehamilan dari bulan ke bulan

Tips Kehamilan – Orang Hamil memang butuh tips. Apalagi jika anda baru saja mengalami atau merasakan kehamilan. Pasti ada hal-hal yang ingin anda ketahui dari apa yang anda rasakan tersebut.

Secara umum, ibu hamil mengalami beberapa perubahan, baik fisik maupun emosional. Perubahan emosional ibu hamil, terdiri dari:

a. Penurunan kemauan seksual karena lelah dan mual.

b. Perubahan emosi (suasana hati).

c. Berpikir tentang bayi dan kesejahteraannya.

d. Kesadaran mengenai perubahan bentuk tubuh meningkat.

Nah, untuk itulah kami hadirkan beberapa tips kehamilan dari bulan ke bulan. Baik para trisemester Kehamilan Awal (1-3 bulan), Kehamilan 4 Bulan, Kehamilan 6 Bulan, dan kehamilan 8 bulan.

Berikut adalah tips-tips kehamilan yang kami sajikan.

Tips untuk ibu hamil muda atau pada trimester muda

Untuk mencegah mual dan muntah di pagi hari:

a. Makanlah sedikit demi sedikit tetapi dengan frekuensi yang lebih sering. Usahakan jangan tidak makan atau mengemil selama lebih dari 4 jam. Lebih baik jika makan makanan kecil setiap 2 jam.

b. Saat baru bangun tidur, cobalah untuk turun dari tempat tidur perlahan-lahan dengan gerakan yang tidak terlalu tergesa-gesa.

c. Sediakan camilan atau biskuit di sebelah tempat tidur dan cobalah makan sedikit biskuit setelah bangun tidur.

d. Hindari makan dalam porsi yang besar.

e. Beristirahatlah sebanyak mungkin karena rasa lelah dapat membuat mual semakin parah.

f. Hindarilah makanan dan aroma yang tajam dan membuat mual.

g. Biasanya menghirup udara yang bersih atau ber­bau jeruk lemon dapat membuat tubuh terasa lebih segar.

h. Gunakanlah baju yang Ionggar agar tidak menekan bagian perut.

Trimester Kedua, atau kehamilan 6 bulan

Biasanya ibu hamil akan mengalami perubahan fisik pada kehamilan 6 bulan, terdiri dari:

a. sering buang air kecil mulai berkurang dan mual pagi sudah berakhir. Nafsu makan meningkat dan terasa Iebih banyak energi.

b. Pengeluaran cairan vagina perlahan meningkat, payudara membesar, dan rasa nyeri berkurang.

c. Perut bagian bawah bertambah besar pada akhir bulan keempat.

d. Hubungan seksual terasa lebih baik karena vagina lebih terisi dengan darah dan Iebih sensitif.

e. Pada bulan kelima, bayi terasa bergerak, b asanya terhenti pada akhir bulan keenam.

f. Denyut jantung meningkat karena peningkatan volume darah dan kebutuhan mendapatkan oksigen bagi pertumbuhan janin.

g. Bengkak pada kaki dan tumit dapat terjadi terutama Oka udara papas.

h. Bulan keenam, bagian perut mulai terasa gatal karena kulit mulai meregang.

Perubahan emosional ibu hamil para kehamilan 6 bulan ke atas biasanya terdiri dari:

a. Pada bulan kelima, kehamilan mulai terasa nyata karena bayi sudah mulai bergerak.

b. Perubahan emosi sudah mulai berkurang tapi kadang-kadang masih mudah iritasi.

c. Perhatian tertuju kepada bayi, apakah bayi akan di­Iahirkan sehat atau tidak.

d. Rasa cemas sejalan usia kehamilan.

Tips bagi ibu hamil trimester 2

a. Gunakan sebuah bantal yang dilepit di kedua lutut, untuk mengurangi tekanan pada pinggul dan lutut.

b. Kurangi konsumsi air pada malam hari (tetapi

tidak untuk siang hari), dan kurangi mengonsumsi

c. MakanIah sedikit demi sedikit tapi sering.

d. Perbanyak minum susu, karena selain dapat mengurangi asam lambung, kalsium susu sangat dibutuhkan oleh ibu hamil.

Trimester Ketiga, termasuk juga kehamilan 8 bulan

Biasanya ibu hamil yang sudah mencapai kehamilan di atas 6 bulan akan mengalami perubahan fisik, terdiri dari:

a. Bayi mulai menendang dengan keras dan gerakan bayi mulai kelihatan dari luar.

b. Suhu tubuh meningkat.

c. Kesulitan mendapat posisi tidur yang enak.

d. Rahim mulai berkontraksi ringan.

e. Pada bulan kedelapan, payudara mengeluarkan cairan putih yang encer (colostrum).

f. Pada bulan terakhir kehamilan, cairan vagina meningkat lebih kental.

Baca juga: Cara Mudah Mencegah dan Mengatasi Mual Saat Hamil Muda

Demikian tips ibu hamil ringan dan sederhana tentang kehamilan dari bulan-ke bulan yang disarikan dari buku Cantik Sehat Energik karya Malahayati SPd. Semoga bermanfaat. mun

Karier atau Anak, Mana Harus Didahulukan?

Karier atau Anak, Mana Harus Didahulukan?

Mana yang harus saya pilih, anak atau karier?". "Kedua­nya sangat penting bagi saya, jadi saya harus bagaimana?". Demikian pertanyaan-pertanyaan yang sering terlontar dari kebanyakkan wanita saat dihadapkan pada dua pilihan tersebut. Bagi sebagian besar wanita karier, yang seba­gian besar waktunya digunakan untuk bekerja, keinginan untuk mempunyai anak, menjadi hal yang sangat dilematis bagi mereka. Pasalnya karena pekerjaan tidak kalah penting dibandingkan dengan urusan keluarga.

Dewasa ini, makin banyak wanita yang dituntut harus bekerja meskipun sedang hamil.

Ya, sebagian besar wanita-wanita dengan tingkat pendidikan yang tinggi dan sukses dalam karier umumnya sangat mendedikasikan waktunya terhadap pekerjaan. Dengan rutinitas yang super padat, mereka mudah lupa waktu dan akhirnya terlambat untuk berkeluarga (meskipun standar waktu yang tepat untuk menikah dari beberapa daerah bisa saja berbeda). Meskipun demikian, wanita tetap saja wanita. Keinginan­nya untuk hamil, melahirkan, dan menjadi ibu, terlepas bera­papun usianya, tetap ada.

Kecenderungan untuk menunda kehamilan ini juga dikaitkan dengan kelas sosial yang semakin meningkat. Perempuan yang memiliki pendidikan tinggi, karier yang bagus, cende­rung menunda kesibukan di rumah. Mereka mencari waktu yang tepat untuk hamil. Meskipun demikian, tentunya me­reka juga harus sadar bahwa tingkat kesuburan seorang wani­ta akan menurun manakala usia mereka bertambah tua.

Dalam sebuah survei tentang usia wanita hamil yang dilaku­kan di inggris, diketahui bahwa rata-rata warganya ha mil pada usia 29,4 tahun. Rupanya setelah usia 35 tahun, para wanita karier itu baru mulai merasa puas berkarier dan memalingkan perhatiannya pada rumah tangga. Namun, untungnya gejala umum masih tetap berlaku yaitu para wanita masih tetap merasa paling nyaman menikah dan hamil pada usia 25-29 ta­hun. Kehamilan pada usia tersebut di sejumlah negara tetap paling tinggi, terutama di kota-kota besar.

Dari buku Hamil Aman dan Nyaman di Usia 30 Tahun karya Prilia Detiana

Baca Artikel Sebelumnya tentang Faktor yang mempengaruhi Kemandulan dan Sulit Hamil
Juga Kemandulan dan Kemungkinan Hamil di Usia 30 tahun

Demikian tulisan tentang tips memilih karier atau anak. semoga dapat bermanfaat.

Kemandulan dan Kemungkinan Hamil di Usia 30 Tahun

Kemandulan dan Kemungkinan Hamil di Usia 30 Tahun

Keluarga mana yang tidak ingin memiliki buah hati? Anak yang dilahirkan dari rahim ibunya sendiri merupakan sumber kebahagiaan dalam sebuah keluarga. Dan bagi setiap pasa­ngan yang telah menikah, menjalani kehamilan yang normal dan melahirkan keturunan yang sehat merupakan suatu hal yang diidam-idamkan. Namun perlu diingat bahwa usia sang calon ibu sangat mempengaruhi kelahiran bayi yang ada di dalam kandungannya.

Seiring dengan perkembangan jaman, saat ini makin banyak wanita yang memilih untuk menunda kehamilan. Menjalani kehamilan pada usia 30 tahun atau lebih seringkali dijadikan sebagai pilihan. Dan disadari atau tidak fungsi reproduksi wanita akan menurun seiring dengan bertambahnya usia. Karena peluang hamil terbesar terjadi pada usia 20 hingga 29 hamil di usia yang lebih dari 30 tahun akan membuat kehamilan itu sendiri menjadi rawan.

Di usia ke-30 tersebut kemungkinan seorang wanita untuk mengalami kesulitan dalam kehamilannya dapat meningkat. Pasalnya tingkat fertilitas atau kesuburan seorang wanita akan semakin menurun yang terjadi akibat penurunan jumlah dan kualitas sel telur dalam ovarium. Selain itu, masih ada fak­tor lain yang menyebabkan turunnya tingkat fertilitas seperti minuman beralkohol atau berkafein. Wanita yang menjalani kehamilan pada usia lebih dari 30 tahun memiliki kemungkin­an mengalami kelahiran risiko tinggi seperti melahirkan bayi dengan kelainan mental (down syndrome).

Namun, siapa yang menginginkan terjadi kegagalan dalam kehamilan? Tentunya, tidak ada satu orang pun menginginkan hal tersebut terjadi. Faktor-faktor seperti pertimbangan karier, masalah kesehatan, serta kesiapan diri menyebabkan seorang wanita memutuskan untuk hamil di usia 30-an. Dan hal tersebut adalah sebuah pilihan hidup.

Tentang Infertilitas atau Kemandulan

Infertilitas merupakan gangguan sistem reproduksi yang me­nyerang pria dan wanita dengan frekuensi hampir seimbang.

Artinya kemungkinan bagi seorang pria dan wanita untuk menjadi tidak subur adalah sama. infertilitas biasannya diartikan sebagai ketidakmampuan untuk memperoleh kehamilan setelah 12 bulan menikah dengan berhubungan yang teratur, tanpa perlindungan kontrasepsi.

Namun, karena kesuburan wanita itu menurun seiiring per­tambahan usia, biasanya bila umur istri telah mencapai 35­40 tahun, dianjurkan diperiksa setelah nikah 6 bulan dan jika umur di atas 40 tahun dianjurkan setelah 3 bulan. Sebagai gambaran, wanita usia 20 tahun yang telah menikah kemung­kinannya 76% dapat hamil pada usia pernikahan 12 bulan. Kemungkinan ini akan berkurang menjadi 57% pada usia 30 tahun dan 40% pada usia 40 tahun. Wanita usia 30 tahun atau lebih yang tidak mengalami hamil dalam kurun waktu perni­kahan 3 tahun, akan menurunkan kemampuan pembuahan, tanpa suatu intervensi medis.

Secara teoretis ada beberapa tipe wanita yang digolong­kan berdasarkan tingkat kesuburannya. Kelompok pertama adalah wanita yang tidak bisa hamil karena menderita cacat bawaan yang cukup berat pada alat reproduksinya. Kelompok kedua adalah wanita yang hanya punya satu anak, kemudian menjadi steril secara alami. Penyebab kondisi ini sampai sekarang masih belum jelas diketahui. Kelompok ketiga adalah wanita yang mampu memiliki anak dan melahirkan lebih dari dua anak.

Dari buku Hamil Aman dan Nyaman di Usia 30 Tahun karya Prilia Detiana

Baca juga Artikel Sebelumnya, Hal Penting Tentang Diet Selama Hamil

Semoga artikel tentang kemungkinan hamil di usia 30 tahun ini dapat bermanfaat. Salam sehat

Faktor yang Mempengarhui Kemandulan dan Sulit Hamil

Kenapa Sulit Hamil - Mengingat banyaknya faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kesuburan atau fertilias pasangan suami istri, pemeriksaan yang tepat memang harus dijalani oleh pasutri. Pasalnya untuk melakukan pengobatan yang cukup, petugas kesehatan harus mengetahui penyebabnya dengan pasti.

Meskipun demikian masih banyak pasutri yang tidak sabar atau tidak dapat mengikuti rangkaian pemeriksaan karena ingin cepat punya anak. Bisa jadi mereka bosan atau karena alasan dana pemeriksaan dan pengobatan lalu ditinggalkan. Selang beberapa tahun kemudian, mereka baru memulainya lagi dari awal. Padahal tidak tuntasnya pemeriksaan hanya akan mengulur-ulur waktu saja.
kenapa sulit hamil

Hal ini kurang baik karena usia ke­suburan wanita akan berkurang seiring dengan meningkatnya usia.
Apabila seluruh rangkaian pemeriksaan sudah dilaksanakan dan tidak ditemukan kelainan kelamin penyebab infertil dan upaya kehamilan tetap belum membuahkan hasil, dokter sering menyebutnya sebagai unexplained infertility (UI) atau inferrilitas tak terjelaskan. Dengan demikian, diagnosis UI adalah suatu diagnosis eksklusi, yaitu setelah menilai semua pemeriksaan dalam batas normal, baru dipikirkan diagnosis UI.

Test Kesuburan -  Sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi, jumlah orang yang terdiagnosa unexplained infertility mengalami penurunan. Dengan demikian, apa yang dahulu menjadi misteri sekarang sedikit demi sedikit dapat mulai terdeteksi. Ul proporsi 16% dan keseluruhan penyebab infertilitas seperti endometriosis, kelainan ovulasi, kelainan tuba, kelainan pria, atau kombinasi kelainan-kelainan tersebut. Angka ini diprediksi mengalami penurunan pada beberapa tahun kemudian. Jadi, bila seseorang terdiagnosis oleh dokter sebagai unexplained infertility, hal ini bukanlah vonis mati yang tidak dapat diubah. Mereka masih mempunyai kemungkinan sam­pai 40-80% untuk hamil spontan dalam kurun waktu 3 tahun pemantauan dan pemeriksaan.

Masalah utama yang menjadi kendala adalah kecemasan dan ketidakpercayaan akan hasil pemeriksaan sehingga menyulit­kan dalam menyampaikan informasi logis ilmu kedokteran. Ibu harus menghindari kecemasan karena keadaan ini akan berdampak pada sistem hormon yang berpengaruh terhadap proses kehamilan.

Sebaliknya, seorang dokter tidak boleh begitu saja memu­tuskan diagnosis UI, sebab secara sistematis mereka ha­rus melakukan pengkajian ulang. Apakah semua prosedur pemeriksaan telah dilakukan menurut standar yang berlaku? Apakah pasangan pasutri telah melakukan semua prosedur pemeriksaan? Apakah telah dilakukan re-evaluasi hasil pemeriksaan?

Seorang dokter yang pasiennya terdiagnosa UI, sebelum memberikan keputusan diagnosis harus memikirkan ulang kemungkinan terjadinya misdiagnosis, khususnya terhadap endometriosis, kelainan tuba, proses penuaan ovarium (idung telur) yang dini dan imunologi infertilitas.Saat ini yang sedang giat diperdalam oleh para ilmuwan iimuwan adalah masalah imunologi infertilitas.

Akhir-akhir ini sudah banyak dicoba berbagai cara pengobat­an UI salah satunya adalah dengan menggunakan sediaan imun. Hal ini dapat dilakukan dengan menyuntikkan sel darah suami, serta pemberian zat imunoglobulin dengan infus mulai saat sebelum konsepsi dan dilanjutkan sampai hamil cukup bulan. Mengingat kompleksitas prosedur yang harus dilaku­kan cukup tinggi, terapi ini masih cukup mahal. Belum lagi hasilnya yang masih kontroversial karena kemungkinan gagal­nya konsepsi masih dapat terjadi.

Banyak keterbatasan yang dimiliki bidang ilmu pengeta­huan dan teknologi dalam menyelesaikan masalah-masalah kehamilan. Permasalahan menjadi bertambah rumit ke­tika pasien yang terdiagnosa unexplained infertility telah menginjak usia 40 tahun. Dilema antara kehamilan dan ke­mungkinan adanya kecacatan akan muncul dan peluangnya semakin lebih besar pada usia tersebut. Tampaknya hanya upaya maksimal, ketenangan, dan pasrah kepada Tuhan Yang Maha Esa yang menjadi jalan terbaik dalam menghadapi unexplained infertility.

Sumber tulisan ini dari buku Hamil Aman dan Nyaman di Usia 30 Tahun karya Prilia Detiana.
Silahkan baca artikel sebelumnya : Kemandulan dan Kemungkinan Hamil Di Usia 30 Tahun
Semoga tulisan Cara mengetahui Kemandulan dan Penyebab Sulit Hamil ini dapat bermanfaat. Salam sehat









Panduan dan Tips Lengkap Puasa Ibu Hamil dan Menyusui


Waktu berjalan begitu cepatnya. Seolah-olah beru kemarin kita menikmati Ramadhan 1434 H. Kini, ketika artikel ini ditulis, tidak kurang dari sebulan lagi kita bertemu kembali dengan Ramadhan yang berkah. Selain harga kebutuhan pokok yang mulai meningkat sehingga kita mesti memperhatikan pengeluaran, tentu kita tetap memperhatikan kesehatan. Dalam artikel ini kita akan membahas secara lengkap dan tuntas berkaitan dengan puasa bagi ibu hamil dan menyusui.

Panduan dan Tips Lengkap Puasa Ibu Hamil dan Menyusui

tips puasa ibu hamil
Ya, kita paham. Ibu hamil dan menyusui selalu bertanya-tanya ketika ramadhan sudah dekat. Tentang hukum puasa bagi ibu hamil, apakah puasa bagi orang hamil dapat membayakan kesehatan janin, bagaimana dengan puasa ibu menyusui, apakah dapat mengurai kuantitas dan kualitas ASI. Orang yang bertanya demikian adalah orang-orang yang peduli dengan orang lain, dengan dirinya sendiri, dan dengan generasi penerusnya. Itu lebih baik ketimbang tidak pernah bertanya dan mencoba mencari informasi semacam itu.

Baiklah mari kita bahas satu persatu pertanyaan di atas.

Puasa bagi ibu hamil

Tips Puasa Ibu Hamil - Ada banyak ibu hamil was-was, takut kalau puasanya dapat membuat kesehatannya menurun dan pada akhirnya berakibat bagi janin. Tenang, ibu hamil tidak perlu was-was. Berdasarkan sebuah penelitian di luar negeri, didapatkan hasil bahwa ternyata puasa yang dilakukan ibu hamil tidak akan memberikan efek negatif bagi janin. Tidak hanya itu, banyak dokter juga tidak ada yang melarang puasa bagi ibu hamil. Boleh-boleh saja. Kalau toh kemudian ibu hamil pada trisemester pertama yang biasanya mengalami mual dan muntah, atau ibu hamil yang mengalami pendarahan flek dan oleh dokter disuruh minum obat sehari 3 kali, maka tidak berpuasa juga tidak apa-apa. Agama Islam adalah agama yang tidak memberatkan pemeluknya dan sangat kontekstual. Apa yang diharamkan, dalam kondisi tertentu menjadi dibolehkan. Apa yang diwajibkan, dalam kondisi tertentu menjadi mubah hukumnya.

Jadi, kalau ada yang bertanya, bahayakah puasa bagi ibu hamil? jawabannya tergantung. Meski secara umum ibu hamil boleh tetap berpuasa, tapi tidak boleh sembarangan. Artinya, mesti dibedakan dong dengan orang yang tidak hamil. Sebab, ada sesuatu di dalam rahimnya yang harus dijaga, harus diberi perhatian juga.

Lalu bagaimana dengan ibu menyusui? Amankah puasa bagi ibu menyusui? Memang ibu menyusui butuh lebih banyak asupan ketimbang ibu yang tidak menyusui. Lebih-lebih ibu yang baru melahirkan atau bayinya masih belum berumur 6 bulan dimana ASI eksklusif wajib diberikan. Apabila bayi sudah berumur lebih dari 6 bulan, ibu hamil tidak perlu takut kehilangan janin akan lapar, karena biasanya bayi sudah diberi susu atau makanan pendamping ASI. Tapi sebaiknya hal tersebut tetap dikonsultasikan kepada dokter, sebab tergantung pada kondisi kesehatan bayi anda. Barangkali antara bayi satu dengan bayi yang lain memiliki kesehatan yang berbeda.

Bukankah menyusui tidak membatalkan puasa. Maka puasa bagi ibu hamil boleh-boleh saja, tapi anda harus tahu kiatnya.

Berikut adalah panduan, kiat, tips atau cara puasa sehat bagi ibu hamil dan menyusui. Saya mulai dulu dari tips puasa bagi ibu hamil.

Tips puasa bagi ibu hamil

Berikut adalah beberapa tips sehat untuk ibu hamil yang ingin berpuasa

Pilih Menu Sahur Bergizi

Pilihan menu makan sahur yang bergizi, karena hal itu akan sangat membantu memenuhi kebutuhan tubuh anda sebagai orang yang sedang hamil.

Hindari Makanan Berkarbohidrat Sederhana, Pilih Karbohidrat Kompleks

Kenapa? Karena makanan mengandung karbohidrat sederhana atau yang dikenal dengan gula, dapat merangsang produksi hormon insulin untuk membakar gula dalam darah. Akibatnya apa? Tidak lain adalah menurunnya kadar gula darah, dan kondisi demikian dapat membuat anda lemas, pusing, bahkan perut terasa perih.

Kebalikan dari itu, sebaiknya anda memilih makanan yang mengandung karbohidrat kompleks. Contoh mudah makanan tersebut adalah nasi dan sayur. Untuk memenuhi kebutuhan protein, anda bisa memilih daging atau telur. Protein dan karbohidrat dapat membuat kita tanah cukup lama dari rasa lapar.

Minum Susu dan Sayur

Ibu hamil, apalagi saat-saat menjalankan puasa Ramadhan, membutuhkan asupan makanan yang mengandung kalsium, protein dan vitamin. Kandungan teersebut banyak terdapat pada susu dan buah-buahan.

Buka Puasa, Pilih Makanan Manis, Karbohidrat Kompleks, dan Air yang Cukup

Tidak ada bedanya dengan orang biasa, ibu hamil juga disarankan untuk berbuka dengan makan-makanan yang manis, seperti kurma atau kolak. Pesan dari Rasulullah Saw memang ajaib. Rasul tidak pernah belajar ilmu kedoteran tapi anjurannya untuk mengonsumsi makanan yang manis khususnya kurma saat berbuka puasa sangat tepat. Sebab di dalam kurma terdapat karbohidrat sederhana dengan jumlah yang tinggil, dan juga zat besi. Selain itu, makanan manis dapat meningkatkan kadar gula kita yang ketika puasa turun.

Kalau bisa tidak langsung makan lebih baik. Dan ketika makan, banyak-banyaklah makan makanan yang mengandung karbohidrat yang kompleks, sebagaimana sudah disebutkan di atas. Jangan ketinggalan untuk banyak minum air putih yang gunanya untuk mengatur volume suhu tubuh, menjaga tekanan darah, mengangkut oksigen dan zat gizi, serta mencegah sulit BAB.

Kiat dan Tips Puasa Ibu Menyusui

Tips Puasa Saat MenyusuiBerikut adalah kiat dan tips atau semacam panduan puasa bagi ibu hamil. Dengan memperhatikan tips dan kiat berikut, insyaAllah Anda dapat tetap berpuasa tanpa harus takut bayi anda kekurangan asupan makanan dan gizi. Kalau toh bayi anda belum berumur 6 bulan, dan khawatir bayi anda kekurangan ASI, maka boleh-boleh saja tidak berpuasa dan mesti mengqadha’ pada waktu lain.

Makan Tiga Kali Sehari

Puasa pada, kalau dilihat dari sisi waktu makannya, sebenarnya ya cuma mengubah waktu makan. Meski kalau dilihat dari sisi agama lebih dari itu. Ibu menyusui tidak cukup hanya makan dua kali sehari, pada waktu sahur dan buka. Usahakan untuk makan 3 kali sehari untuk memenuhi nutrisi yang akan dibagikan pada bayi. Kapan waktu makan yang baik. Yaitu ketika sahur, saat berbuka dan sebelum tidur setelah tarawih (sekitar pukul 22.00-23.00). Ini penting untuk menjaga agar ASI tetap berkualitas.

Banyak Menyusui Bayi Saat Malam Hari

Saat malam, seusai anda berbuka, saat itulah waktu yang tepat untuk menyusui bayi anda sebanyak-banyaknya. Kenapa? Karena produksi ASI saat siang hari jelas menurun, barulah seusai anda berbuka produksi ASI kembali meningkat.

Banyak Minum Saat Sahur dan Buka

Banyak minum air putih saat sahur dan buka puasa dapat membantu ibu menyusui untuk mengembalikan kondisi tubuh yang lemas karena berpuasa. Anda juga perlu istirahat untuk menghindari stress yang dapat menyebabkan ASI anda tidak lancar.

Hentikan Puasa Jika….

Islam tidak pernah memberatkan umatnya. Apabila ibu hamil dan menyusui tidak sanggup untuk berpuasa karena khawatir akan kesehatan dirinya dan bayi atau janinnya, maka boleh untuk tidak berpuasa. Karena itu, apabila anda sudah mencoba berpuasa, tapi di siang hari anda merasa bahwa anda tidak kuat, atau bayi anda rewel karena ASI anda tidak keluar, maka tidak ada salahnya anda menghentikan puasa Anda.

Semoga kita selalu diberi kesehatan, kekuatan, dan dapat menjalankan ibadah-ibadah Ramadhan dengan baik. Salam Cantik Sehat.

sumber bacaan dari ayahbunda.com